Friday, March 28, 2008

Kebangkitan Yesus Kristus














Makam kosong
- A sign but not a proof
- Not a proof: krn bisa saja sebagai akibat dicurinya jenazah oleh para murid.
- A sign: krn makam kosong bisa berarti bahwa Yesus bangkit dan meninggalkan makam dalam keadaan kosong. Kita lebih baik menerima hal ini karena siapa dapat membuktikan peristiwa kebangkitan itu sendiri?

Penolakan tentang kebangkitan dalam konteks “historis”
- Bultman: Pada dasarnya Yesus tidak bangkit in se, tapi iman yang hidup dari para murid dan exist dalam kerygma Paskah: “Tuhan telah bangkit!” (faith vs. historical proof?)
- Teori tentang dicurinya jenazah Yesus oleh para murid yang sungguh-sungguh mengharapkan kebangkitan Yesus, dan kemudian mereka mengaku bahwa Yesus telah bangkit.
- Kesadaran yang sangat kuat dari para murid akan ajaran Yesus akan kebangkitan sehingga awareness ini menular kepada orang lain (chain reaction) karena kerygma mereka.

Untuk mengerti agungnya kebangkitan Kristus kita perlu melihat iman para murid dalam konteks Yahudi pada waktu itu.
- Para murid seperti layaknya orang Yahudi, berdasarkan Kitab Makabe, percaya akan kebangkitan badan dan jiwa (cf. Pandangan holistik orang Yahudi >< dualistik Yunani), akan tetapi pengertiannya adalah kebangkitan kolektif pada akhir zaman untuk masuk dalam kehiudpan yang penuh dan definitif.
- Dalam konteks ini mereka berkali-kali tidak mengerti akan sabda Yesus bahwa: “Anak manusia harus menderita sengsara, disalibkan, wafat dan bangkit pada hari ke tiga.”
- Peristiwa Salib menggoncangkan iman dan harapan mereka sehingga yang terjadi adalah mereka: melarikan diri, terpencar-pencar, sembunyi dari orang Yahudi, mereka sedih dan terpukul berat, berkumpul secara rahasia dan takut-takut dalam ruangan-ruangan tertutup. Harapan mereka akan Mesianis politik telah hancur dan mereka akan dan sudah kembali ke profesi masing-masing sebelum dipanggil oleh Yesus.
- Kesimpulan: para murid tidak “ngeh” dengan ajaran kebangkitan Yesus dan dengan demikian tidak mengharapkan kebangkitan Yesus.

“Bukti” kebangkitan
- Satu-satunya hal yang bisa menjadi “bukti” kebangkitan adalah penampakan.
- Penampakan harus dimengerti dengan baik. Ini bukan mimpi, day dream, atau halusinasi (vision), tapi lebih merupakan suatu RE-VELATIO (tindakan Allah untuk membuat diriNya visible).
- Apa bedanya penampakan yang sejati (appearance) dengan penampakan palsu? Penampakan palsu bisa merupakan suatu halusinasi (bukan melulu karena tidak sadar), dalam hal ini orang sungguh-sungguh “melihat” sesuatu. Tapi asal dari sesuatu ini adalah dari kreasi pribadinya sendiri. Misalnya: orang penakut dengan jailangkung, lalu malam2 jalan di kuburan, kemudian melihat boneka bayi di sana. Orang itu langsung lari terbirit-birit karena baginya boneka itu hidup. Dalam kasus penampakan palsu religius keadaannya jauh lebih halus meskipun palsu. Seorang suster mengaku mendapat penampakan Bunda Maria karena dia benar-benar rindu ditampaki Maria dan ingin menjadi orang terkenal seperti Bernadette. Ini appearance/vision palsu.
- Apa yang terjadi dalam peristiwa kebangkitan adalah bahwa Allah sungguh-sungguh menguak misteri kemuliaanNya sehingga membuat diri PutraNya yang sudah mulia NAMPAK dan NYATA. Kebangkitan Yesus adalah kebangkitan yang menyeluruh (badan-jiwa) dan seluruhnya sama sekali baru dan mulia, maka perlu inisiatif Allah untuk membuat apa yang mulia ini dapat dicerna oleh indera manusia (para murid). Ini PRA-KARSA Allah, bukan kerinduan para murid. Buktinya apa? Buktinya bahwa ketika para murid melihat Yesus yang muncul tiba-tiba di depan mereka, mereka: takut, sangat terkejut, tidak percaya, ragu-ragu, dan mengira Yesus hantu. Jadi penampkan Yesus bukan kerinduan para murid, tapi inisiatif Allah sendiri yang telah bangkit dari maut, masuk dalam kemuliaan kehidupan.
- Kebangkitan hendaknya dimengerti sebagai historis dalam konsteks ini.

Karakteristik tubuh kebangkitan
Yesus yang bangkit adalah Yesus yang sama dengan Yesus yang di salib dan seklaigus berbeda dengan Yesus yang di salib. Dia sama karena dalam tubuhNya setelah kebangkitan terdapat luka-luka salib, tapi tubuh yang mulia ini tidak dapat dihalangi oleh apa-apa lagi. Dia dapat appear and disappear. Jadi Yesus bukan zombie atau mayat hidup. Dia bangkit dengan mulia dengan tubuh kebangkitan yang baru. Tidak ada persamaan yang bisa diambil dari manusia lain, karena Yesus adalah Putra Sulung Kebangkitan, belum ada manusia yang wafat dan bangkit dengan tubuh mulia seperti Kristus. Kelak sebagai hasil kebangkitan Kristus manusia akan mengalami hal yang serupa, maka dari itu Gereja tetap dengan setia mengakui bahwa aku percaya akan “kebangkitan badan, kehidupan kekal.” Amin.

1 comment:

Modesta said...

Ya. Dan lagi, andai kebangkitan itu hanya sekedar ilusi dan kerinduan semata, mengapa para rasul (dan jemaat awali) berani sampai bertarung nyawa untuk itu?
Well done!